Analisa Harga Satuan Pekerjaan menggunakan SNI 2007

analisa rab sni exel

RAB BANGUNAN GEDUNG

Analisa Harga Satuan Pekerjaan File ini RAB Berupa FILE EXEL yang sudah di modifikasi sehingga ter intregrasi antara HARGA UPAH, HARGA MATRIAL, ANALISA dan URAIAN PEKERJAAN. Anda tinggal memasukan HHARGA yang biasa anda beli dan  UPAH KERJA . SECARA OTOMATIS HARGA didalam ANALISA HARGA SATUAN BERUBAH.

Analisa Harga Satuan Pekerjaan menggunakan SNI 2007

Analisa Harga Satuan Pekerjaan menggunakan SNI 2007

Analisa Harga Satuan Pekerjaan menggunakan SNI 2007

[download id=”1″]

DAN FILE INIPUN DAPAT MEREKAP KEBUTUHAN BAHAN.

SILAHKAN DOWNLOAD file DISINI ATAU KLIK GAMBAR BUKU

[download id=”1″]

BANYAK YANG MENANYAKAN ANALISA SNI 2008, ANALISA SNI 2007 DAN 2008 SETELAH SAYA LIHAT TIDAK ADA BEDA DALAM INDEX HARGA SATUAN, YANG MEMBEDAKAN HANYA CARA PENULISANNYA, DAN KODE SNI NYA SAJA.

baca selanjutnya mengenai DAFTAR ISI ANALISA yang TERDAPAT DALAM FILE EXEL.

DAFTAR ISI ANALISA BIAYA KONSTRUKSI
DENGAN MENGGUNAKAN INDEX STANDAR NASIONAL INDONESIA

SNI DT 91 -0006-2007
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah
untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6.1 Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 1 meter
6.2 Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 2 meter
6.3 Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 3 meter
6.4 Menggali 1 m3 tanah keras sedalam 1 meter
6.5 Menggali 1 m3 tanah cadas sedalam 1 meter
6.6 Menggali 1 m3 tanah lumpur sedalam 1 meter
6.7 Mengerjakan 1 m2 stripping tebing setinggi 1 meter
6.8 Membuang 1 m3 tanah sejauh 30 meter
6.9 Mengurug kembali 1 m3 galian
6.10 Memadatkan 1 m3 tanah (per 20 cm)
6.11 Mengurug 1 m3 pasir urug
6.12 Memasang 1 m3 Lapisan pudel campuran 1 KP : 3 PP : 7 TL
6.13 Memasang 1 m3 Lapisan pudel campuran 1 KP : 5 TL
6.14 Memasang 1 m2 lapisan ijuk tebal 10 cm
6.15 Mengurug 1 m3 sirtu padat untuk peninggian lantai bangunan

SNI DT 91 -0007-2006
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi
untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan pondasi
6.1 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 PP
6.2 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 4 PP
6.3 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 5 PP
6.4 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 6 PP
6.5 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 8 PP
6.6 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 KP : 1 SM : 2 PP
6.7 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 KP : 10 PP
6.8 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1/4 PC : 1 KP : 4 PP
6.9 Memasang 1 m3 batu kosong (aanstamping)
6.10 Memasang 1 m3 pondasi siklop, 60% beton campuran 1 PC : 2 PB : 3 KR dan 40% batu belah
6.11 Memasang 1 m3 pondasi sumuran, diameter 100 cm

SNI DT 91 -0008-2007
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton
untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6.1 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,87
6.2 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 9,8 MPa (K 125), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,78
6.3 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 12,2 MPa (K 150), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,72
6.4 Membuat 1 m3 lantai kerja beton mutu f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (3-6) cm, w/c = 0,87
6.5 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 14,5 MPa (K 175), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,66
6.6 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 16,9 MPa (K 200), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,61
6.7 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 19,3 MPa (K 225), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,58
6.8 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 21,7 MPa (K 250), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,56
6.9 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 24,0 MPa (K 275), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,53
6.10 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 26,4 MPa (K 300), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,52
6.11 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 28,8 MPa (K 325), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,49
6.12 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 31,2 MPa (K 350), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,48
6.13 Membuat 1 m3 beton kedap air dengan strorox – 100
6.14 Memasang 1 m’ PVC Waterstop lebar 150 mm
6.15 Memasang 1 m’ PVC Waterstop lebar 200 mm
6.16 Membuat 1 m’ PVC Waterstop lebar 230 mm – 320 mm
6.17 Pembesian 10 kg dengan besi polos atau besi ulir
6.18 Memasang 10 kg kabel presstressed polos/strands
6.19 Memasang 10 kg jaring kawat baja/wire mesh
6.20 Memasang 1 m2 bekisting untuk pondasi
6.21 Memasang 1 m2 bekisting untuk sloof
6.22 Memasang 1 m2 bekisting untuk kolom
6.23 Memasang 1 m2 bekisting untuk balok
6.24 Memasang 1 m2 bekisting untuk lantai
6.25 Memasang 1 m2 bekisting untuk dinding
6.26 Memasang 1 m2 bekisting untuk tangga
6.27 Memasang 1 m2 jembatan untuk pengecoran beton
6.28 Membuat 1 m3 pondasi beton bertulang (150 kg besi + bekisting)
6.29 Membuat 1 m3 sloof beton bertulang (200 kg besi + bekisting)
6.31 Membuat 1 m3 balok beton bertulang (200 kg besi + bekisting)
6.32 Membuat 1 m3 kolom beton bertulang (150 kg besi + bekisting) 12
6.33 Membuat 1 m3 dinding beton bertulang (150 kg besi + bekisting)
6.34 Membuat 1 m3 dinding beton bertulang (200 kg besi + bekisting)
6.35 Membuat 1 m’ kolom praktis beton bertulang (11 x 11) cm
6.36 Membuat 1 m’ ring balok beton bertulang (10 x 15) cm
A.1 Membuat 1 m3 beton f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,87

SNI DT 91 -0009-2007
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding
untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6.1 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP
6.2 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.3 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.4 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP
6.5 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP
6.6 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP
6.7 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP
6.8 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.9 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.10 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP
6.11 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP
6.12 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 8 PP
6.13 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP
6.14 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 1 PP
6.15 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 2 PP
6.16 Memasang 1 m2 dinding HB 20 , campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.17 Memasang 1 m2 dinding HB 20, cam puran spesi 1 PC : 4 PP
6.18 Memasang 1 m2 dinding HB 15, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.19 Memasang 1 m2 dinding HB 15, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.20 Memasang 1 m2 dinding HB 10, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.21 Memasang 1 m2 dinding HB 10, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.22 Memasang 1 m2 dinding terawang (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.23 Memasang 1 m2 dinding terawang (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.24 Memasang 1 m2 dinding bata berongga ekspose ukuran (5 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP

SNI DT 91 -0010-2007
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan
plesteran untuk konstruksi bangunan
gedung dan perumahan

6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan plesteran 6.1 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 1 PP, tebal 15 mm
6.2 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 15 mm
6.3 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 15 mm
6.4 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 15 mm
6.5 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm
6.6 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 15 mm
6.7 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 7 PP, tebal 15 mm
6.8 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 8 PP, tebal 15 mm
6.9 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 1/2 KP : 3 PP, tebal 15 mm
6.10 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 KP : 8 PP, tebal 15 mm
6.11 memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 1 PP, tebal 15 mm
6.12 Memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 15 mm
6.13 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 20 mm
6.14 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 20 mm
6.15 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 20 mm
6.16 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 20 mm
6.17 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 20 mm
6.18 Memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 20 mm
6.19 Memasang 1 m2 Berapen 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm
6.20 Memasang 1 m’ Plesteran Skoning 1 PC : 2 PP, lebar 10 mm
6.21 Memasang 1 m2 Plesteran Granit , 1 PC : 2 Granit, tebal 10 mm
6.22 Memasang 1 m2 Plesteran Teraso , 1 PC : 2 Batu Teraso, tebal 10 mm
6.23 Memasang 1 m2 Plesteran Ciprat 1 PC : 2 PP
6.24 Memasang 1 m2 finishing siar pasangan dinding bata merah (=20 m’)
6.25 Memasang 1 m2 finishing siar pasangan dinding conblock ekspose (=8 m’)
6.26 Memasang 1 m2 finishing siar pasangan batu kali adukan 1 PC : 2 PP
6.27 Memasang 1 m2 acian

SNI DT 91-0011-2007
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu
untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6.1 Membuat dan memasang 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela, kayu kelas I
6.2 Membuat dan memasang 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela, kayu kelas II atau III
6.3 Membuat dan memasang 1 m2 pintu klamp standar, kayu kelas II
6.4 Membuat dan memasang 1 m2 pintu klamp sederhana, kayu kelas III
6.5 Membuat dan memasang 1 m2 daun pintu panel, kayu kelas I atau II
6.6 Membuat dan memasang 1 m2 pintu dan jendela kaca, kayu kelas I atau II
6.7 Membuat dan memasang 1 m2 pintu dan jendela jalusi kayu kelas I atau II
6.8 Membuat 1 m2 daun pintu kayu lapis (plywood) rangkap, rangka tertutup kayu kelas II (lebar sampai 90 cm)
6.9 Membuat 1 m2 pintu plywood rangkap, rangka expose kayu kelas I atau II
6.10 Memasang 1 m2 jalusi kusen, kayu kelas I atau II
6.11 Memasang 1 m2 teakwood rangkap, rangka expose kayu kelas I
6.12 Memasang 1 m2 teakwood rangkap lapis formika, rangka expose kayu kelas II
6.13 Memasang 1 m3 konstruksi kuda-kuda konvensional, kayu kelas I, II dan III bentang 6 meter
6.14 Memasang 1 m3 konstruksi kuda-kuda expose, kayu kelas I
6.15 Memasang 1 m3 konstruksi gordeng, kayu kelas II
6.16 Memasang 1 m2 rangka atap genteng keramik, kayu kelas II
6.17 Memasang 1 m2 rangka atap genteng beton, kayu kelas II
6.18 Memasang 1 m2 rangka atap sirap, kayu kelas II
6.19 Memasang 1 m2 rangka langit-langit (50 x 100) cm, kayu kelas II atau III
6.20 Memasang 1 m2 rangka langit-langit (60 x 60) cm, kayu kelas II atau III
6.21 Memasang 1 m1 lisplank ukuran (3 x 20) cm, kayu kelas I atau kelas II
6.22 Memasang 1 m1 lisplank ukuran (3 x 30) cm, kayu kelas I atau kelas II
6.23 Memasang 1 m2 rangka dinding pemisah (60 x 120) cm kayu kelas II atau III
6.24 Memasang 1 m2 dinding pemisah teakwood rangkap, rangka kayu kelas II
6.25 Memasang 1 m2 dinding pemisah plywood rangkap, rangka kayu kelas II
6.26 Memasang 1 m2 dinding lambriziring dari papan kayu kelas I
6.27 Memasang 1 m2 dinding lambriziring dari plywood ukuran (120 x 240) cm
6.28 Memasang 1 m2 dinding bilik, rangka kayu kelas III atau IV

SNI DT 91 -0012-2007
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan
penutup lantai dan dinding untuk konstruksi
bangunan gedung dan perumahan

6.1 Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (40 x 40) cm
6.2 Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (30 x 30) cm
6.3 Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (20 x 20) cm
6.4 Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (40 x 40) cm
6.5 Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (30 x 30) cm
6.6 Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (20 x 20) cm
6.7 Memasang 1 m2 lantai ubin teraso ukuran (40 x 40) cm
6.8 Memasang 1 m2 lantai ubin teraso ukuran (30 x 30) cm
6.9 Memasang 1 m2 lantai ubin granit ukuran (40 x 40) cm
6.10 Memasang 1 m2 lantai ubin granit ukuran (30 x 30) cm
6.11 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux ukuran (40 x 40) cm
6.12 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux ukuran (30 x 30) cm
6.13 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (60 x 60) cm
6.14 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (40 x 40) cm
6.15 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (30 x 30) cm
6.16 Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (15 x 20) cm
6.17 Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (10 x 30) cm
6.18 Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (10 x 40) cm
6.19 Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 20) cm
6.20 Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 30) cm
6.21 Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 40) cm
6.22 Memasang 1 m plint ubin teraso ukuran (10 x 30) cm
6.23 Memasang 1 m plint ubin teraso ukuran (10 x 40) cm
6.24 Memasang 1 m plint ubin granit ukuran (10 x 40) cm
6.25 Memasang 1 m plint ubin granit ukuran (10 x 30) cm
6.26 Memasang 1 m plint ubin teralux kerang ukuran (10 x 40) cm
6.27 Memasang 1 m plint ubin teralux kerang ukuran (10 x 30) cm
6.28 Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 60) cm
6.29 Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 40) cm
6.30 Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 30) cm
6.31 Memasang 1 m2 lantai teraso cor ditempat, tebal 3 cm
6.32 Memasang 1 m2 lantai keramik artistik ukuran (10 x 20) cm
6.33 Memasang 1 m2 lantai keramik artistik ukuran (10 x 10) cm atau (5 x 20) cm
6.34 Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (33 x 33) cm
6.35 Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (30 x 30) cm
6.36 Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (20 x 20) cm
6.37 Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (10 x 33) cm, variasi/border
6.38 Memasang 1 m2 lantai mosaik ukuran (30 x 30) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.39 Memasang 1 m’ plint keramik ukuran (10 x 20) cm
6.40 Memasang 1 m’ plint keramik ukuran (10 x 10) cm
6.41 Memasang 1 m’ plint

 

 

share

Incoming search terms:

Share
51 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six − 6 =