Langkah Memulai bisnis perumahan

Dengan banyaknya permintaan langkah – langkah dalam menjalankan bisnis perumahan, kangasep.com akan mengupas tuntas tentang bisnis perumahan dan juga perkembangannya

Beberapa hal yang diperlukan untuk menjadi developer properti
1. Tanah
Merupakan aset terpenting dalam bisnis ini. Bisa atas milik anda sendiri atau membeli
milik orang lain.
2. Dana
Modal penting yang memungkinkan berjalannya proses pelaksanaan.
3. Pengalaman Proyek
Walau bukan faktor terpenting namun merupakan nilai lebih jika anda memilikinya.
Karena akan berkaitan dengan banyak sektor maka pengalaman proyek terutama secara teknis maupun managemen menjadi sesuatu yang sangat baik
4. Kemauan dan Kerja Keras
Mungkin faktor yang satu ini merupakan hal yang mudah namun justru banyak orang
berat untuk melakukannya. Persaingan dan permasalahan di dunia properti termasuk
keras, jadi hanya orang yang bermental kuat yang dapat bertahan

Jika melihat modal yang dibutuhkan untuk menjadi developer sebelumnya, secara umum
banyak yang mempunyai masalah dikarenakan :
1. Tidak punya tanah sebagai modal paling awal
2. Tidak punya modal dana yang cukup untuk melaksanakan proyek pembangunan
3. Tidak mempunyai pengalaman di bidang properti apalagi di bagian proyek pembangunan
4. Putus asa ketika menemukan permasalahan diawal
Jika alasan-alasan diatas tidak asing bagi anda maka jangan berkecil hati karena banyak
orang yang merasakannya, lebih-lebih jika mereka tidak mengetahui cara-caranya

Sebelum memulai bahasan tentang menjadi pengembang bagi pemula maka kami coba
fokuskan bahasannya terlebih dahulu.
Karena ini adalah tahapan sederhana bagi anda yang baru memulai maka cakupannya pun
kami batasi melalui besarnya area pengembangan. Kami fokuskan pada area yang kecil ( luas
tanah mulai 500m2 hingga dibawah 5000m2).
Dalam membahas tahapan menjadi pengembang ini maka kami mengasumsikan sebagai
pihak yang berada pada posisi modal yang terbatas dan belum adanya pengalaman.

Pada pelaksanaannya mungkin sangat relatif sesuai dengan kasus dan daerahnya, namun
kami coba uraikan tahapannya secara umum sehingga masih dapat diterapkan pada daerah
manapun (selama masih berada di Indonesia)

Pilih luas tanah yang luasannya kecil, dengan luas antara 500 sampai dibawah 5000 m2
Pilih lokasi yang berada di pinggir jalan beraspal, baik itu jalan utama atau jalan lingkungan,
namun kalaupun bukan berada di jalur utama lebih baik jika akses menuju lokasi tanah tidak
melewati banyak persimpangan
Bebas banjir, tidak berada di jalur tegangan tinggi listrik
Menjadi nilai tambah bila dekat dengan pusat keramaian/kota, dekat dengan lokasi fasilitas
umum
Lebih baik bila merupakan tanah kebun/matang, bila berupa sawah atau kolam maka anda
perlu biaya dan waktu lebih untuk menguruknya
Hindari tanah yang dekat dengan sungai, pemakaman, tusuk sate, saluran listrik tegangan
tinggi & dekat pabrik

Lakukan perhitungan sederhana
Untuk memperkirakan apakah proyek yang akan dikerjakan dapat menguntungkan
secara bisnis akan kami bahas pada atrikel berikutnya…

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.